☎ 081234516441 ✉ ppyu39a@gmail.com
📍 Sidoresmo Dalam II/39 A Kel. Jagir Kec. Wonokromo Surabaya
Logo Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum PPYU Sidoresmo
← Kembali

Madin

Metode adalah jembatan penyampai ilmu. Di PPYU, kami mempertahankan metode-metode klasik pesantren yang telah terbukti melahirkan ulama besar selama berabad-abad, dikombinasikan dengan pendekatan klasikal.

1. Metode Sorogan (Individual-Privat):

Ini adalah metode paling eksklusif dan berkualitas tinggi. Santri maju satu per satu menghadap Kyai atau Ustadz, membaca kitab atau Al-Quran, lalu dikoreksi secara langsung. Metode ini memungkinkan guru mengetahui secara pasti letak kelemahan dan kelebihan setiap santri. Ini adalah bentuk quality control yang paling detil.

2. Metode Bandongan / Wetonan (Kolektif):

Kyai membaca kitab, menerjemahkan, dan menjelaskan maknanya, sementara para santri menyimak dan memberi catatan (ngesahi/maknani) pada kitab mereka masing-masing. Metode ini efektif untuk mentransfer keberkahan (tabarrukan) dan wawasan yang luas. Di sini, santri belajar ketelitian dalam memaknai setiap kata.

3. Metode Muhafazhah / Lalaran (Hafalan Massal):

Jika Anda berkunjung ke PPYU pada malam hari, Anda akan mendengar gemuruh suara santri melantunkan syair-syair ilmu (nadham). Inilah metode Lalaran. Santri menghafal kaidah Nahwu (seperti Alfiyyah) atau Aqidah (seperti Aqidatul Awam) dengan nada-nada tertentu secara bersama-sama. Metode ini memanfaatkan memori auditif dan suasana kolektif untuk menancapkan ilmu ke alam bawah sadar.

4. Metode Musyawarah / Bahtsul Masail (Diskusi Kritis):

Untuk santri jenjang Wustho dan Ulya, pembelajaran tidak lagi satu arah. Melalui Musyawarah, santri dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan masalah fiqih yang ada dalam kitab (membedah ibarat). Mereka dilatih beradu argumen, mempertahankan pendapat dengan dalil, dan berpikir kritis. Ini adalah kawah candradimuka bagi calon pemimpin umat.